Pengunjung Pantai Tiku Kecewa Harga Tiket Masuk dan Parkir Mahal, Sampahpun Tidak Terurus

  • Red
  • 01 Mei 2023, 14:32:00 WIB
  • Daerah
SHARE 

Berkabar Nusa (Agam) -  Pengunjung tempat wisata Pantai Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengeluhkan harga tiket masuk dan parkir cukup mahal.

Dimana, tiket masuk yang dipungut oleh panitia yakni Rp10.000 rupiah perorang. Selain uang masuk, pengunjung juga harus dibebani membayar parkir juga cukup mahal yakni Rp 10.000 juga.

Keluhan juga tidak hanya muncul dari pengunjung, akan tetapi juga dari para pedagang yang mayoritas masyarakat tempatan, dimana pedagang harus mengeluarkan kocek hingga Rp15.000 untuk bisa berjualan, dengan dalih uang lapak, dan ada juga uang sampah.

Tidak sedikit informasi yang dirangkum berkabarnusa.com, banyak pengunjung atau rombongan berbalik arah dan mencari tempat wisata lain, lantaran mahalnya harga tiket dan parkir.

Kemudian, Pantai Tiku juga dinilai pengunjung tidak layak memungut uang tiket dan parkir tergolong mahal. Hal itu mengingat, pengunjung yang datang 80 persen merupakan masyarakat Agam dan juga masyarakat setempat.

" Mereka hanya terkesan memungut, dan tidak peduli dengan lingkungan. Sampah-sampahpun kita lihat berserakan, padahal mereka memungut uang sampah dan juga uang lapak," kato Ajo Naih, pengunjung asal Agam.

Kata Ajo Naih, kami ini pulang kampung ingin bersenda gurau dengan keluarga, bahkan pulang saja kami di biayai oleh IKM Pulang Basamo, tentu artinya pulang darurat. Sampai di kampung harga wisata selangit, pada ini kampung kami.

" Terasa juga pak, kami harus mengeluarkan uang ratusan ribu, karena kami pergi berliburan menggunakan pick up, satu keluarga. Kami harus bayar Rp10 ribu perorang hanya melihat pantai," ucapnya.

Padahal sebut Ajo Naih, kami lihat di media harga tiket hanya Rp5 ribu masuk perorangan dan juga parkir Rp5 ribu, kalau harga segini menurut dirinya cukup standarlah " Kita minta kepada panitia agar Tahun- Tahun besoknya jangan semahal ini, kasihan kami masyarakat perantau" pungkasnya.

Keluhan juga datang dari sejumlah pedagang, mereka juga mengeluhkan pungutan lapak dan juga uang sampah " Kami ini pedagang mayoritas masyarakat sini, mencari makan, kenapa kami harus di bebani," ucap Tami seorang pedagang.

Terkait dengan pungutan yang tinggi, masyarakat meminta kepada Bupati Agam, khususnya dinas pariwisata agar menurunkan harga tiket, sebab dengan harga cukup tinggi sangat membebani masyarakat, apa lagi masyarakat baru bangkit pandemi covid 19.***

Editor : Red

SHARE

Berita Terkait